Kamis, 24 Oktober 2013

titik dini bualan hati

Awal pena tak bernyawa lantunkan kisah sayap yang patah
tinggalkan cerita mimpi indah mahkota raja
menembus nyata angan palsu dari balik senyuman beku
hingga terasa rapuh semua lukisan manja di bawah langit biru
tersapu debu petir angin tak buntu
telanjangi detik menit waktu sambut cahaya baru titik sudut jari ke tujuh..

"Kelak angin mimpi kan menjadi sebuah bangku pandangi bercak juta'an kilau pelangi di sepanjang hari"

ALAM pun tau,,
Benak pilu tak selalu ingin mengenang keras nya hitam putih rasa malu di waktu lalu
untuk berharap jumpa sebuah pintu
dari balik tinta lama tanpa harus terkibar bendera putih di atas tanah ibu pertiwi
namun bendera naluri hati yg kan terpajng jelas dalam tepi inti lautan api..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar